Diberdayakan oleh Blogger.

Pro Kontra Pengiriman TKI Suami Isteri ke Saudi

Untuk meminimalisir permasalahan yang suka hadir di TKI PLRT di Saudi,yang saat ini masih dalam moratorium (penghentian sementara),Menakertrans,Muhaimin Iskandar, melempar ide pengiriman TKI sektor rumah tangga (PRT) dengan suaminya kemungkinan akan dibuka lagi.(sumber: finance.detik.com,12/2/2013).

***
Berbagai komentar dikemukakan berbagai kalangan warga kita,ada yang setuju juga yang tidak kalah seru dan sangat tajam tidak setuju mengomentari ide Menakertrans tersebut.Bahkan banyak komentar yang menyebutkan,apakah memang Kemenakertrans itu gak punya ide membuka lapangan kerja di dalam negeri lagi selain "menjual' babu..? Dan berbagai komentar tidak kalah pedas lagi yang lainnya.

Ya,pro kontra akan selalu ada,apalagi jika hanya melihat di komentar para netter,kaum netizen saja,pembaca di media online saja yang nota bene tentu saja dari kalangan menengah ke atas secara strata sosial maupun secara akademis.Paling tidak para komentator di media online adalah para mahasiswa atau yang punya latar belakang pendidikan yang lebih baik meskipun tidak selalu harus sarjana.Jadi kemungkinan melihat permasalahan ini cenderung mempermasalahkan tentang 'harkat martabat bangsa secara umum",(baca: Republik Indonesia hanya bisa menjual babu atau pembantu).

Dan hal ini bagi sebagian yang sudah mapan dan tidak merasakan "kesulitan fakta nyata di lapangan' ,kaum yang tidak tahu atau tidak pernah tahu bagaimana susahnya para kalangan bawah di rakyat mencari pekerjaan dan mencari uang di kampung sendiri.Akhirnya,pasti komentar miring  dan tidak setuju yang akan dilontarkan kepada ide pengiriman kembali TKI PRT suami isteri ke Saudi ini.Karena dianggap merendahkan harkat dan martabat bangsa.Kurang lebih demikian alasan terbanyak mengapa banyak komentar mengecam dan sedikit panas kepada ide Menakertrans di atas.

***

Lantas ? Izinkan saya beropini dan berpendapat dengan ini lewat postingan sederhana yang sedang anda baca ini.Latar belakang saya yang saat ini adalah sebagai seorang bagian dari TKI Saudi (pelaku di lapangan sebagai TKI Saudi dan sebagai kalangan rendahan ketika di tanah air,sebagai orang miskin ketika di tanah air),sebagai itulah saya beropini tentang ini :

1.Saya setuju dengan pendapat yang mengecam bahwa melanjutkan pengiriman Pembantu rumah tangga ke Saudi adalah merendahkan harkat dan martabat bangsa.Saya setuju sekali dengan ini,dengan catatan,jika pengirimannya seperti terjadi kemarin yaitu mengirim TKW (Tenaga kerja wanita) hanya sendirian tidak dengan suami atau Muhrimnya yang bekerja di satu majikan satu rumah di Saudinya.

Karena selama ini yang banyak bermasalah,pelecehan seksual,penganiayaan,kaburan,pelacuran,dan sebagainya adalah yang terbesar karena sebab mereka bekerja sendirian dan berjenis kelamin perempuan (populer dengan singkatan TKW PRT).Kami menyaksikan bagaimana rentannya timbul masalah di tempat-tempat kerja mereka,meskipun tidak semuanya bermasalah.

Yang bekerjanya TKW suami isteri,mereka rata-rata cukup berhasil dan diperlakukan dengan baik di rumah-rumah Saudi.

2.Tidak dapat dipungkiri,pekerjaan menjadi PRT di Saudi atau Arab lainnya,adalah cara praktis mereka yang menganggur dan berpendidikan rendah atau ada masalah keluarga di kampungnya,dan bagi kalangan rendah serta miskin,lowongan TKW ini masih dibutuhkan,karena mencari kerja atau mencari uang di kampung sulit mendapatkan kesempatan.

Sementara perekonomian di tingkat ril nyata masih belum baik dirasakan oleh masyarakat banyak di tanah air.Biaya sekolah yang mahal ,biaya hidup tinggi sementara upah buruh kasar dan iklim usaha kecil yang belum kondusif di kenyataan.Kebanyakan kaum usahawan kecil di tanah air jika berusaha bukan selalu beruntung tetapi selalu bergelimang dengan hutang-hutang,karena iklim usaha nyata dan kondisi ekonomi di negara mereka susah mencari untung.Hanya mudah membuka usaha tetapi susah mencari untung,itulah kenyataan di kondisi bagi kalangan rendah di tanah air.

Berkomentar tidak setuju bagi kalangan menengah ke atas di tanah air,karena tidak merasakan bagaimana berat dan sulitnya mencari uang di kampuang halaman,hal demikian hanya bisa dirasakan oleh kalangan miskin  dan rakyat kebanyakan.Kaum yang selama ini jadi kaum TKW TKI informal.

Oleh karena itulah,sudah pasti kalangan menengah atas berpendapat berbeda dengan kalangan kami yang merasakan di lapangan tentang ide pengirima TKI ini.Kalangan miskin tidak sempat berpikir tentang harkat martabat bangsa,mereka sibuk dengan berpikir bagaimana anak-anak kami bisa sekolah,bagaimana perut keluarga bisa makan,bagaimana kami kaum miskin bisa hidup walau derajat manusia kadang-kadang dianggap rendah di negeri orang.Karena di kampung di tanah air lapangan kerja sulit,atau kalaupun bekerja tetapi gajinya dibayar rendah dan murah.

Kaum menengah ka atas apalagi yang sudah berkecukupan pasti sempat berpikir tentang harga diri bangsa,karena perut-perut dan saku mereka sudah penuh,sudah cukup,karena di tanah air mendapatkan pekerjaan yang bagus dan bermartabat serta cukup bahkan lebih dari cukup.Maka ada waktu untuk berpikir tentang harga diri bangsa.Pasti kalangan ini tidak akan setuju dengan macam "pengiriman TKW ke luar negeri".

3.Tidak akan ada manfaat jika pro kontra terus ! Sama sekali hanya pepesan kosong jika kita bahas lebih jauh ,apalagi di forum internet yang maya,yang pro dan kontra malah bisa melebar ke dugaan ada tendensi berbagai macam kepentingan jika kita berkomentar pro atau kontra.

Yang jelas,saat ini ketika pemerintah dan di tanah air belum mampu menyerap semua Tenaga Kerja yang sekelas TKW PRT dengan baik,dan saat ini tingkat pendidikan yang masih belum merata semua warga berpendidikan maka pembukaan TKI Informal TKW PRT ke Saudi dan Arab lainnya lebih baik dibuka lagi dengan harus disertai muhrim atau suaminya.TKI dan TKW Suami isteri.

Bagi saya yang melihat di lapangan kaum TKW secara ril di kenyataan,saat ini 2013 lowongan ini masih diperlukan.Untuk merubah nasib keluarga mereka,mereka sedang membutuhkan biaya untuk anak-anak mereka yang sedang kuliah,sedang sekolah dan tentu dengan sendirinya nanti anak-anak TKW saat ini akan berpendidikan,maka tidak akan generasi berikutnya menjadi TKW seperti ayah atau ibu mereka.Generasi berikutnya anak-anak TKW akan tidak jadi babu lagi karena sudah sekolah hasil tenaga ayah ibunya hari ini jadi TKW.

Untuk ide Menakertrans kali ini,pembukaan kembali PRT TKW suami isteri (TKW sebagai Pembantu dan suami sebagai sopir) saya sendiri sebagai bagian dari TKI Saudi saat ini menyatakan setuju dan insya Allah akan bermanfaat.

Tetapi saya tidak setuju kalau dibuka lagi pengiriman TKW sendirian,karena bagaimanapun resikonya terlalu besar untuk mendapat masalah,jika TKW bekerja sendirian tanpa muhrim di negeri orang sebagai pegawa sektor rumah tangga.TKW yang sendirian di Saudi rawan bermasalah.Pasti dan terbukti saya sering melihat dengan mata kepala sendiri.

Terima kasih sudah membaca.Salam silaturahmi.Terima kasih sudah mampir.


Anda baru saja membaca artikel yang berkategori catatanringan / moratoirumTKIsaudi / opini dengan judul Pro Kontra Pengiriman TKI Suami Isteri ke Saudi. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tutorial-gratis-di.blogspot.com/2013/03/pro-kontra-pengiriman-tki-suami-isteri.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Aci iskar - Senin, 11 Maret 2013

1 Komentar untuk "Pro Kontra Pengiriman TKI Suami Isteri ke Saudi"

  1. Menyukai gagasan pernikahan Bunga. Pernikahan selalu khusus untuk kedua mempelai. Sebuah dekorasi baik-disukai untuk Flowers dapat menambahkan anugerah dalam kesempatan tersebut.


    Hadiah Ulang Tahun (=^.^=)
    Bunga Papan (^ _ ^)

    BalasHapus