Diberdayakan oleh Blogger.

Dan Anak-anakpun Malas di-Dakwahi

Ilustrasi :flickr.com

Ketika kita sedang mendengarkan dakwah atau petatah-petitih saat ini,lalu nada dan cara dakwahnya seolah menggurui atau memang "menggurui' tentu ada rasa tak nyaman pada umumnya.Atau lebih tepatnya.malas menyimaknya,jangankan disimak dengan baik beberapa dari kita malah suka keluar saja dari forumnya.

Ya,metode dakwah zaman sekarang memang harus lebih cerdas dan lebih elegan bila perlu harus mutakhir,terlebih jika para mustami atau para pendengarnya terdiri dari berbagai latar belakang yang berbeda.

Metode dakwah yang menggurui dan bernada mendikte pendengar sudah lapuk dan ketinggalan zaman,kecuali dalam forum formal tertentu,tentu masih ampuh digunakan.Tetapi pada umumnya cara jadul dan menggurui seolah mendikte umat sudah pasti akan ditinggalkan pendengar.Mungkin saja hanya karena jengah dan ewuh pakewuh serta menghormati di depan orangnya saja,para pendengar seolah menyimak,padahal di dalan hatinya sudah malas dan jenuh.

***
Begitupun ketika sewaktu-waktu harus " menasehati' anak-anak atau putra-putri kita.Pengalaman saya,saat memberi petatah-petitih yang menurut saya untuk kebaikan dan ke-bijaksanaan,saya suka kebablasan dalam berbicara di depan mereka.Biasalah namanya juga orang tua banyak rasa khawatir dan ingin membuat anak-anak selalu baik-baik.

Akhirnya,"amanat' saya sebagai orang tua suka melebar,misalnya dimulai dari sekedar menanyakan kabar mereka,sekolah mereka,teman-teman dan pergaulan mereka diteruskan dengan menanyakan kemauan mereka saat ini dan masa depan.Sampai titik ini mereka menjawab dan masih menyimak dengan baik,menjawab dengan antusias dan penuh perhatian.

Nah,setelah lebih dari hal di atas,ketika saya menambahkan amanat-amanat bijak lainnya sok orang tua,dan sedikit melarang-larang dengan kata depan,jangan ini,jangan itu ya nak ! Jangan begitu,jangan A,jangan B,jangan C dan saya sudah menggurui mereka dengan menyebut harus A,harus B,harus C dan seterusnya,ternyata perhatian mereka semakin membuyar.Kasar katanya,omongan kita sudah tidak menarik perhatiannya lagi.

Misalnya,kulihat si Bungsu sudah menguap dan matanya mulai tak memperhatikan saya,lalu yang sulung sudah mulai melirik-lirik sepatu sepak bolanya,yang mungkin sudah tak sabar ingin segera lari ke lapangan sepak bola.Ah,anak-anak sudah malas mendengar tambahan ceramah saya,hehe.

Tahu diri dengan itu maka saya sudahi "ceramah' ke mereka,meskipun sebenarnya masih banyak yang mau saya ungkapkan ke mereka.Masih sejuta kata yang bernada khawatir tentang mereka,tentang pergaulan mereka,tentang perilaku mereka,namun karena sudah lebih dari 30 menit mereka saya "briefing" dan materi ceramah saya sudah ke arah mendikte dan menggurui mereka,ternyata mereka sudah tidak konsentrasi lagi mendengarkannya.

***
Itu potret anak zaman sekarang,potret sebagian anak-anak generasi Ben-10 dan generasi Spiderman,generasi serba mau informasi yang efisien,instan dan serba cepat.

Lha,mau apalagi.sebagai orang tua memang kita harus cerdas mennyiasati petatah-petitih kita kepada anak-anak dengan cara yang lebih tepat dan elegan,menyesuaikan dengan zaman.

Itu hal menasehati orang tua kepada anak-anaknya,masih di dalam satu keluarga.Apalagi jika terjadi di forum bebas dan di luar keluarga.Di dunia pendidikan (baca:sekolah),di forum umum,di komunitas,di pidato-pidato kumpulan apapun,di dalam dakwah keagamaan,apalagi di forum internet,jika nara sumber bernada terlalu menggurui bahkan mendikte orang lain atau pendengar dan pembaca,pasti nara sumber itu akan dilewatkan dan tidak akan disimak dengan baik oleh khalayak.

Zaman memang sudah lain ya..? Kita harus pandai menyesuaikan dengannya! Anak-anak saja sudah malas didikte-dikte dan digurui,apalagi orang dewasa ,ya ? Ups,sorry saya kok menggurui pembaca juga nih ah ! Hehe.Sorry,maaf gan ! Selamat malam semua.


Anda baru saja membaca artikel yang berkategori catatanringan / opini.curhat. dengan judul Dan Anak-anakpun Malas di-Dakwahi. Anda bisa bookmark halaman ini dengan URL http://tutorial-gratis-di.blogspot.com/2013/03/dan-anak-anakpun-malas-di-dakwahi.html. Terima kasih!
Ditulis oleh: Aci iskar - Senin, 11 Maret 2013

Belum ada komentar untuk "Dan Anak-anakpun Malas di-Dakwahi"

Posting Komentar